Kedaulatan Kita Ada Di Seluruh Batas Perairan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membongkar 21 alat agregat ikan ilegal, atau rumpon di perairan Sulawesi Utara (Sulut) yang terletak di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina. Tujuh rumpon (alat agregasi ikan ilegal) dibongkar pada hari Sabtu (25 Mei) dan 14 rumpon lainnya pada hari Minggu (26 Mei) oleh Kapal Pengawas Perikanan Orca 04 yang dipimpin oleh Kapten. Eko Priyono, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Kelautan dan Perikanan Pengawasan Sumber Daya (PSDKP) KKP Agus Suherman mengatakan di Jakarta, Selasa.

Kedaulatan Kita Ada Di Seluruh Batas Perairan - Suherman menyatakan bahwa rumpon ini dipasang di perairan Indonesia tanpa izin dan diduga dimiliki oleh nelayan asing. Suherman mencatat bahwa berdasarkan identitas mereka, rumpon ini diyakini dimiliki oleh nelayan Filipina. Selain itu, rumpon diduga berlabuh di perairan Indonesia oleh individu Filipina untuk menarik lebih banyak ikan.

Menurut Suherman, praktik ini tidak diragukan lagi akan merugikan nelayan Indonesia, karena ikan akan dipancing ke rumpon untuk ditangkap oleh nelayan Filipina. Selain itu, rumpon ini dibawa dan dikirim ke Pangkalan PSDKP Bitung, Sulawesi Utara.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 26 / Permen-KP / 2014 tentang Rumpon menetapkan bahwa siapa pun yang mengaitkan rumpon di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) harus memiliki lisensi pemasangan FAD (SIPR).

* ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ * ~ *

Ketua Organisasi Transportasi Darat Sumatra Barat (Organda) Sengaja Budi Syukur menilai bahwa harga tiket pesawat saat ini ideal dan karenanya tidak boleh dibanting lagi karena berdampak pada permintaan moda transportasi darat.

Tiket pada rute Jakarta-Padang biaya Rp1.476.000. Transportasi darat dapat dihidupkan kembali, kata Syukur di Padang, Selasa.

Ketua Organda mencatat bahwa ketika harga tiket penerbangan rendah, yaitu Rp500 ribu untuk tiket sekali jalan, permintaan untuk moda transportasi darat antar penumpang telah menurun, karena biaya operasional yang tinggi harus ditanggung sementara jumlah penumpang tidak tinggi.

Perbedaan harga tiket bukan merupakan faktor penentu utama bagi orang untuk memilih penerbangan, tetapi itu adalah waktu tempuh yang hanya 1,5 jam daripada perjalanan bus yang bisa memakan waktu sekitar 30 jam.

Namun, sejak akhir Desember 2018, harga tiket penerbangan telah meningkat, sehingga mengakibatkan masyarakat merenungkan menggunakan moda transportasi udara dan sekali lagi melihat transportasi darat.

Jumlah penumpang bus telah meningkat secara signifikan dua hingga tiga kali lipat, sehingga para pengusaha transportasi darat sekali lagi mengerahkan keberanian untuk berinvestasi kembali untuk memperbaiki armada mereka untuk menawarkan kenyamanan yang lebih besar kepada penumpang sesuai dengan tuntutan mereka.

Bepergian dengan kelas super eksekutif sangat nyaman. Rata-rata, bus dilengkapi dengan toilet, sehingga mereka tidak perlu sering berhenti, katanya.

Tarifnya juga cukup kompetitif, yakni Rp500 ribu sekali jalan, sehingga tidak terlalu membebani masyarakat.

Sebelumnya, kementerian perhubungan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. 106 tahun 2019 tentang Batas Atas Tarif Tiket Domestik Kelas Penjadwal Penumpang Angkutan Udara Komersial, mendesak maskapai untuk mengurangi tingkat batas atas 12-16 persen.

Defisit anggaran untuk tahun fiskal 2018 ditetapkan sebesar Rp269 triliun, mewakili 1,79 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara itu, menurut Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Moermahadi Soerja Djanegara.

Defisit anggaran 2018 dilaporkan mencapai Rp269 triliun, atau 1,79 persen dari PDB, kata Moermahadi saat menyampaikan Laporan Audit BPK tentang Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2018 pada pertemuan pleno di Gedung Parlemen Indonesia, di sini, Selasa. Defisit yang ditunjukkan dalam hasil audit muncul dari realisasi penerimaan negara sebesar Rp1.943 triliun, atau 102 persen dari target; dan pengeluaran negara sebesar Rp2.213 triliun, atau 99 persen dari pagu.

Sekitar Rp1.518 triliun dikumpulkan dalam penerimaan pajak, Rp409 triliun dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan penerimaan hibah sebesar Rp15 triliun. Pendapatan pajak, sebagai sumber utama pendanaan anggaran negara, hanya mencapai 93 persen dari anggaran, naik 13 persen dari tahun 2017, catat Moermahadi.

Pengeluaran negara terdiri dari pengeluaran pemerintah pusat sebesar Rp1.455 triliun; transfer ke daerah, Rp697 triliun; dan dana desa, Rp59 triliun. Realisasi pembiayaan pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp305 triliun, atau 113 persen dari nilai defisit, sehingga akan ada lebih banyak sisa Pembiayaan Anggaran sebesar Rp36 triliun.

BPK telah memberikan catatan positif dari asumsi makroekonomi dasar, yang terdiri dari tingkat inflasi dan tagihan tresuri tiga bulan yang berada di bawah asumsi. Meskipun demikian, pemerintah gagal mencapai target untuk beberapa indikator makro, termasuk pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,17 persen dari asumsi 5,4 persen.

0 comments


Posting Komentar

Kedaulatan Kita Ada Di Seluruh Batas Perairan